Ketika kita dihadapkan akan sebuah PILIHAN

Sesuai dengan judul dari tulisan ini , ketika kita dihadapkan akan pilihan yang sama. yang sama dalam hal ini bukan sama besar atau banyak. karena adil tidak harus mewajibkan sama besar atau banyak. Sering halnya kita memilih sesuatu hal yang kita anggap itu lebih penting dan kita menduakan hal lainnya , akan tetapi setelah dirasa hal lain tersebut yang lebih penting. dalam hal ini kita sydah berkorban banyak waktu dan tenaga setelah bermingrasi dari kepentingan pertama ke kepentingan yang lain tsb. Pernah anda mendengan cerita seorang kepala suku??
Begini ceritanya :
Seorang kepala suku wajib dihadirkan dalam setiap adat di daerahnya sebagai tertua , dalam hal ini kepala suku selalu dibekali paling tidak kepala kambing oleh warganya yang mempunyai acara. suatu ketika kepala tersebut mendapatkan 2 undangan sekaligus di hari dan jam yang sama. Si kepala suku tersebut bingung , mana yang lebih di utamakan???? Pilih A atau B , jawabnya?
Setelah dipikir pikir pak kepala memilih akan datang kerumah Si A dengan alasan Rumahnya tidak terlalu jauh , akan tetapi dibenak kepla suku tersebut masih kepikiran si B meskipun harus menyeberangi sungai menuju rumahnya karena apa , karena dia kaya.
jadi ada 2 Opsi dalam hal ini : A : Rumah berdekatan dan Si B : Meskipun jauh dia Lebih kaya berharap jatah Kepala Kambing yang diberikan lebih banyak.
kembali ke cerita......dan setelah memilih dan meminang minang si kepala suku lebih memilih si B meskipun harus menyeberangi sungai alasaannya ya itu , berharap mendapatkan jatah lebih. pak kepala suku berangkat sendiri melewati jalan darat dan sungai , dia bengong sendirian di perahu yang hanya cukup untuk 2 orang tersebut. sudah setengah perjalanan sudah ia lewati dan disela sela perjalanannya si kepala suku terngiang si A dan berkata dalam hati , andai saja saya kesana saya tidak harus perjalanan jauh yang melelahkan seperti ini. dan si kepala suku mulai gundah. dengan jurus kancing si kepala suku mencoba menghitung kancing dengan urutan Si A , Si B begitu seterusnya dan jatuh di Si A. si kepala suku bingung , akan kan dia melanjutkan perjalanannya atau kembali untuk hadir kerumah si A. dan akhirnya jatuh ke Si A dan perahupun putar haluan. dengan sekuat tenaga Ia mengayuh perahunya agar cepat sampai tujuan dan tempat yang dinanti nanti pun tiba dan betapa heran si kepala suku ketika melihat rumah si A sudah kelar acaranya. harapan akan kepala sapi pun punah dan tanpa pikir panjang pun si kepala suku kembali ke perahu menuju rumah si B sambill berfikir , memang kepala suku harus mendapatkan yang lebih , si B kaya pasti kepala sapinya lebih dari 1 buat saya. dengan sekuat tenaga ia pula mengayuh perahu tersebut dan semuanya berujung kekecewaan. acara pun sudah kelar dilaksanankan dan si kepala suku pulang dengan tangan hampa.


dari certita tersebut apa yang dapat anda tarik kesimpulannya............

catatan ini hanya untuk renungan saja